Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Paskah di Tanah Kering : Ketika Iman yang Bergerak, Bukan Sekadar Dirayakan!

Avatar photo
Reporter : Yan Bere Editor: Redaksi
Oleh: Winston Neil Rondo (Ketua DPD GAMKI NTT)

Realitas pahit lainnya adalah hukum yang kerap kehilangan arah tajam ke bawah, tumpul ke atas. Ini bukan sekadar kritik, tetapi luka kolektif yang terus dirasakan rakyat kecil.

Paskah seharusnya menjadi momentum untuk membongkar kegelapan itu. Untuk menuntut integritas. Untuk memastikan bahwa keadilan bukan milik segelintir orang, tetapi hak semua warga.

Namun perjuangan tidak berhenti di sana.

Kemandirian adalah bentuk pertobatan yang paling relevan hari ini. Pemuda NTT tidak bisa terus hidup dalam bayang-bayang ketergantungan.

Baca Juga :  Gibran Resmi Buka Festival Paskah Pemuda GMIT 2026, Gubernur NTT Tekankan Kedamaian dan Pembangunan Berkelanjutan 

Potensi lokal dari pertanian hingga sumber daya alam harus menjadi fondasi kedaulatan pangan dan ekonomi.

Karena harapan tidak datang dari luar. Ia harus ditanam, dirawat, dan diperjuangkan dari dalam.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda NTT Amankan Prosesi Laut Galilea di Teluk Kupang

Paskah yang Menggerakkan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com

+ Gabung

  • Bagikan