Realitas pahit lainnya adalah hukum yang kerap kehilangan arah tajam ke bawah, tumpul ke atas. Ini bukan sekadar kritik, tetapi luka kolektif yang terus dirasakan rakyat kecil.
Paskah seharusnya menjadi momentum untuk membongkar kegelapan itu. Untuk menuntut integritas. Untuk memastikan bahwa keadilan bukan milik segelintir orang, tetapi hak semua warga.
Namun perjuangan tidak berhenti di sana.
Kemandirian adalah bentuk pertobatan yang paling relevan hari ini. Pemuda NTT tidak bisa terus hidup dalam bayang-bayang ketergantungan.
Potensi lokal dari pertanian hingga sumber daya alam harus menjadi fondasi kedaulatan pangan dan ekonomi.
Karena harapan tidak datang dari luar. Ia harus ditanam, dirawat, dan diperjuangkan dari dalam.
Paskah yang Menggerakkan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







