Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Di Balik “Tap Bensin” di SPBU Malaka, Ada Dugaan Perlakuan Istimewa

Avatar photo
Reporter : Yan Bere Editor: Redaksi
Kondisi Tap Bensin di SPBU Webriamata, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka

Kedua, adanya celah pengawasan. Sistem distribusi BBM subsidi masih memiliki kelemahan, terutama dalam pengawasan di tingkat lapangan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Jika tidak ada kontrol ketat, maka praktik pengisian berulang ini sangat mungkin terjadi. Bahkan, jika ada “pembiaran”, maka ini menjadi indikasi lemahnya pengawasan atau bahkan adanya relasi tertentu antara oknum dan pelaku.

Baca Juga :  Paskah di Tanah Kering : Ketika Iman yang Bergerak, Bukan Sekadar Dirayakan!

Ketiga, kemungkinan adanya kepentingan tertentu. Ini yang paling sensitif. Jika benar ada “perlakuan istimewa”, maka publik patut curiga apakah ada permainan di balik layar.

Apakah ada oknum yang diuntungkan? Apakah ada sistem tidak resmi yang berjalan? Pertanyaan-pertanyaan ini penting dijawab secara terbuka.

Baca Juga :  Harlah Ke-66 Tahun PMII : Saatnya Kader Turun Tangan, Bukan Hanya Bicara!

Di sisi lain, perlu juga diakui bahwa tidak semua praktik “tap bensin” bermakna negatif. Bisa saja ada masyarakat yang membeli dalam jumlah kecil karena keterbatasan ekonomi. Namun, yang menjadi persoalan adalah ketika aktivitas ini dilakukan secara berulang, masif, dan terorganisir hingga berpotensi merugikan masyarakat luas.

Baca Juga :  Inspektorat Malaka Rilis Temuan Tahun 2023-2025 di 36 Desa, Ini Daftar Lengkapnya!

Fenomena ini pada akhirnya bukan sekadar soal antrean di SPBU, tetapi menyangkut keadilan distribusi energi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com

+ Gabung

  • Bagikan