Ia juga menekankan pentingnya Festival Lamaholot sebagai momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mempersiapkan generasi muda agar lebih aktif berperan dalam pembangunan, serta mendorong agar kegiatan ini dapat diusulkan menjadi agenda tahunan di tingkat Kementerian Kebudayaan.
Festival Lamaholot ini merupakan wujud kerinduan masyarakat Lamaholot di Kupang untuk berkumpul, berdiskusi, serta merumuskan langkah bersama bagi kemajuan daerah asal.
Usai pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan sejumlah tokoh penting dari wilayah Lamaholot, yakni Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Obeth Bolang, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Linus Lusi.
Seminar ini menjadi forum strategis untuk membahas berbagai peluang dan tantangan dalam mendorong kemajuan masyarakat Lamaholot, baik melalui penguatan identitas budaya maupun pengembangan sektor ekonomi, khususnya UMKM dan ekonomi berbasis komunitas.
Diharapkan, melalui diskusi yang konstruktif ini akan lahir gagasan-gagasan strategis dan inovatif yang mampu memperkuat posisi Lamaholot sebagai entitas budaya yang tidak hanya solid secara sosial, tetapi juga berdaya saing secara ekonomi.
Festival Lamaholot pun diharapkan menjadi titik awal konsolidasi besar masyarakat Lamaholot untuk memperkuat solidaritas, memperluas jejaring, serta mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
