Aspal yang terkelupas, lubang besar yang menganga, serta genangan air di sejumlah titik membuat arus lalu lintas tersendat.
Kondisi ini tidak hanya memperlambat perjalanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Yanto Bria, salah satu pengguna jalan, mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar lima tahun tanpa penanganan serius dari pemerintah pusat.
“Ini jalan utama ke PLBN Motamasin. Sekarang rusak parah, apalagi kalau hujan, jalan jadi seperti kubangan kerbau. Sangat berbahaya bagi pengendara,” ujarnya.
Kerusakan jalan negara di Kobalima berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat perbatasan. Distribusi barang antar daerah maupun antar negara menjadi terganggu. Biaya transportasi meningkat karena kendaraan harus bergerak lambat dan rawan mengalami kerusakan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









