Imbasnya, harga kebutuhan pokok ikut melonjak sehingga memengaruhi daya beli masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup pada aktivitas perdagangan lintas batas.
Keluhan serupa disampaikan Alfred Seran, sopir angkutan yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Ia berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dapat turun langsung melihat kondisi jalan di perbatasan.
“Kami ini masyarakat perbatasan, jangan dianaktirikan. Kami berharap Pak Presiden bisa melihat langsung kondisi jalan di perbatasan RI–RDTL ini,” katanya.
Sebagai jalur strategis penghubung Indonesia dan Timor Leste, ruas jalan menuju PLBN Motamasin memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan keamanan kawasan perbatasan.
Warga Kecamatan Kobalima kini berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur tersebut.
Perbaikan menyeluruh dinilai mendesak demi menjamin kelancaran distribusi barang, menekan biaya transportasi, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Perhatian terhadap infrastruktur perbatasan dianggap sebagai wujud nyata kehadiran negara di wilayah terluar.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan jalan ini dikhawatirkan semakin parah dan berdampak lebih luas terhadap perekonomian kawasan perbatasan RI–Timor Leste. ***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









