Ada dua kebahagiaan yang bertemu pada 17 Agustus.
Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaan, sedangkan Dirgahayu merayakan tujuh tahun kehidupannya.
Keduanya bertemu di halaman sekolah, di bawah kibaran Merah Putih dan bersama guru serta teman-temannya.
Satu lilin menjadi simbol perjalanan tujuh tahun Dirgahayu. Sementara Merah Putih menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia.
Di antara keduanya terselip harapan agar anak-anak seperti Dirgahayu kelak tumbuh menjadi generasi yang ikut menentukan masa depan Indonesia.
SDI Woloklibang berada di Desa Woloklibang, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Pulau Adonara.
Sekolah tersebut berada di wilayah yang menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas dan pernah mengalami kondisi darurat akibat bencana longsor.
Namun, keterbatasan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk terus belajar dan bermimpi.
Pada hari kemerdekaan itu, Dirgahayu meniup lilin di tengah Merah Putih.
Kuenya sederhana dan perayaannya tidak mewah. Namun, momen tersebut menjadi kenangan yang kemungkinan akan terus melekat dalam perjalanan hidupnya.
Tidak semua anak memiliki kesempatan merayakan ulang tahun tepat pada hari ketika seluruh negeri memperingati kemerdekaan.
Dirgahayu lahir bersama tanggal kemerdekaan. Pada usia tujuh tahun, ia meniup lilin bersama Merah Putih dan menerima doa agar kelak tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, berpendidikan, serta berguna bagi keluarga, bangsa dan negara.
Selamat ulang tahun ke-7, Dirgahayu Babe Lamahadung. ***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









