Di NTT, masyarakat sudah lama mempraktikkan hal tersebut. Ketika hari raya tiba, rumah-rumah terbuka bagi siapa saja.
Umat Muslim tidak segan berkunjung ke rumah tetangga Kristiani saat Natal atau Paskah. Begitu juga umat Kristiani yang datang bersilaturahmi saat Idulfitri. Tradisi saling mengunjungi ini membuat hubungan sosial menjadi semakin erat.
Tidak jarang pula masyarakat bergotong royong membangun rumah ibadah. Ada cerita tentang umat berbeda agama yang ikut membantu pembangunan gereja maupun masjid.
Bagi mereka, rumah ibadah bukan sekadar simbol agama tertentu, tetapi juga simbol kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Nilai-nilai seperti ini menjadi sangat penting di tengah dunia yang semakin mudah terpecah oleh perbedaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







