“Regulasi yang kuat sangat dibutuhkan agar masyarakat lokal tidak selalu menjadi korban pembangunan,” tegasnya.
Tak hanya itu, persoalan krisis BBM yang kerap terjadi di Labuan Bajo juga dinilai menghambat aktivitas nelayan dan pelaku wisata lokal. Distribusi yang tidak stabil membuat biaya operasional meningkat, sementara keuntungan belum tentu sebanding.
Junaidin juga menyinggung minimnya infrastruktur keselamatan laut.
Ia mengingatkan peristiwa tenggelamnya kapal phinisi yang membawa wisatawan asing beberapa bulan lalu, yang menjadi alarm serius bagi pengelolaan destinasi super premium tersebut.
“Keselamatan wisatawan dan kru kapal harus menjadi prioritas. Jangan sampai citra Labuan Bajo tercoreng karena kelalaian dalam aspek keselamatan,” katanya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







