Tradisi Neon Nua kali ini dilaksanakan oleh keluarga besar Suku Nayatuan untuk mengenang almarhum Titus Tae Seran, yang meninggal dunia pada 16 Oktober 2026 dan dimakamkan pada 19 Oktober 2026. Dua hari setelah pemakaman, keluarga kembali berkumpul di makam untuk melaksanakan makan perpisahan pada Rabu 21 Oktober 2026.
Meskipun pelaksanaan kali ini dilakukan oleh keluarga Suku Nayatuan, Neon Nua bukanlah tradisi yang terbatas pada satu suku saja. Masyarakat Masik secara umum masih menjalankan tradisi ini sebagai bagian dari warisan adat yang dipertahankan secara turun-temurun.
Dalam kehidupan sosial masyarakat Masik, Neon Nua juga memperlihatkan eratnya ikatan kekeluargaan. Kehadiran keluarga besar dalam pelaksanaannya mencerminkan kebersamaan ketika menghadapi kehilangan. Tradisi ini menjadi bagian dari kehidupan adat yang menghubungkan pengalaman duka dengan nilai kebersamaan yang dijunjung dalam keluarga.
Di tengah perkembangan zaman, keberadaan Neon Nua menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan leluhur. Tradisi ini perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami bahwa adat bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









