Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Alarm Bahaya! Komodo Jadi Komoditas Ilegal di Manggarai Timur

Avatar photo
Reporter : Yan Bere Editor: Redaksi
Direktur WALHI NTT : Yuvensius Stefanus Nonga, S.H.M.H

Di sisi lain, rantai perdagangan komodo memperlihatkan ketimpangan yang tajam.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Di tingkat lokal, komodo dihargai sangat rendah, namun nilainya melonjak drastis di pasar internasional hingga ratusan juta rupiah per ekor.

Baca Juga :  Elias Koa Maju Calon Pengawas Nomor Urut 3 di PRA RAT KSP Kopdit Swasti Sari

Kondisi ini mendorong masyarakat masuk ke dalam praktik ilegal akibat tekanan ekonomi dan terbatasnya akses terhadap penghidupan yang layak. Negara tidak hanya lalai melindungi satwa, tetapi juga gagal menghadirkan keadilan ekonomi.

Baca Juga :  Tangis PPPK NTT Pecah, Minta Gubernur : “Bapak Jangan Tinggalkan Kami”

Metode penyelundupan yang tidak manusiawi seperti memasukkan komodo ke dalam pipa sempit menunjukkan bagaimana satwa ini direduksi menjadi sekadar komoditas.

Ini bukan hanya kejahatan terhadap satwa, tetapi juga bentuk kekerasan ekologis yang terjadi karena lemahnya pengawasan dan penegakan hukum.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama NarasiTimor.Com Dengan WALHI NTT. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab WALHI NTT.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com

+ Gabung

  • Bagikan