Selain itu, Gubernur mengingatkan potensi dampak perubahan iklim berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang memprediksi musim kemarau tahun ini lebih panjang dan ekstrem akibat fenomena El Nino.
Menurutnya, NTT menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak sehingga membutuhkan langkah antisipatif yang serius dan terkoordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
“Jika tidak disiapkan dengan baik, dampaknya akan sangat berat. Kita berpotensi menghadapi krisis air bersih, peningkatan risiko gagal panen, serta gangguan pada mata pencaharian masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan daerah yang disiplin, efektif, dan tepat sasaran, terutama untuk menghadapi kemungkinan kondisi darurat.
“Kita tidak boleh lagi mentolerir kebocoran anggaran. Belanja daerah harus benar-benar efektif dan diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak, termasuk antisipasi dampak El Nino,” katanya.
“Periksa kembali seluruh belanja, baik internal OPD maupun belanja publik. Pastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.
Mengakhiri arahannya, Gubernur Melki meminta seluruh perangkat daerah untuk fokus meningkatkan PAD, mengefisienkan belanja, serta menata beban kerja ASN agar lebih optimal dalam mendukung program prioritas dan pelayanan publik.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









