NARASITIMOR.COM || Dalam kurun tiga tahun terakhir, yakni 2024 hingga 2026, sebanyak 42 ribu ekor sapi tercatat keluar dari Kabupaten TTS.
Namun ironisnya, di tengah tingginya arus distribusi ternak tersebut, kondisi peternak dan pengusaha lokal justru kian tertekan. Bahkan, puluhan miliar rupiah diduga mengalir ke pihak-pihak tertentu yang disebut sebagai “mafia kuota Sapi”.
Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber terpercaya kepada media ini pada Jumat sore (3/4/2026).
Ia mengungkap adanya praktik tidak resmi dalam proses distribusi kuota sapi di wilayah TTS.
“Bayangkan, dalam tiga tahun terakhir ada sekitar 42 ribu ekor sapi yang keluar dari TTS, tapi para peternak tetap hidup susah. Sementara itu, pengusaha lokal yang ingin mendapatkan kuota harus membayar sekitar Rp300 ribu per ekor kepada pihak tertentu,” ungkapnya.
Jika praktik tersebut benar terjadi dan dikalkulasikan, maka dalam periode 2024–2026 sedikitnya lebih dari Rp12 miliar diduga telah mengalir ke kantong oknum-oknum tertentu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









