Karena khawatir atas keselamatannya, Maria akhirnya melaporkan dugaan intimidasi itu ke Polda NTT. Sehari-hari ia berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara suaminya bekerja sebagai tukang bangunan.
Dugaan intimidasi ini diduga berkaitan dengan peran Silvester Mau sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Sebastian Bokol.
Dalam keterangannya kepada penyidik, Silvester mengaku melihat tersangka MANd alias Medo bersama sejumlah orang lainnya pada malam kejadian, 1 Agustus 2022.
Pada malam tersebut, tersangka Medo disebut membeli bensin di lapak milik Silvester dan Maria. BBM itu diduga digunakan untuk membakar korban di kali mati TPU Kasih Liliba.
Jenazah Sebastian Bokol, mahasiswa asal Kabupaten Sumba Barat Daya, ditemukan pada 2 Agustus 2022 oleh seorang siswa sekolah dasar bernama Ryan Tefa.
Selain Maria, saksi Mahyudin juga mengaku mengalami intimidasi. Keduanya telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polda NTT dan kasusnya kini dalam proses penanganan.
Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol Sigit Hariyono, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan intimidasi terhadap saksi dan memastikan proses hukum tengah berjalan.
Penyidik Subdit I/Kamneg Ditreskrimum Polda NTT telah memeriksa pelapor serta sejumlah saksi terkait laporan tersebut.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NarasiTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









